Postingan

Untukmu, Pendamba Bahagia

Kebahagiaan merupakan dambaan setiap orang. Menjadi bahagia, identik dengan mengukur sejauh apa pencapaian yang telah kita raih, dan bagaimana kita dipandang oleh orang lain. Selama ini masih banyak orang yang beranggapan bahwa kebahagiaan seseorang berbanding lurus dengan jumlah uang yang mereka miliki. Artinya, semakin banyak uang yang kamu miliki, maka hidupmu akan makin bahagia. Namun jika teori itu benar adanya, mengapa banyak orang kaya di luar sana yang mengaku bahwa dirinya merasa tidak bahagia? Bahkan tidak sedikit pula dari mereka, memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Nyatanya, kebahagiaan seseorang tidak dapat diukur dengan materi. Setiap orang memiliki bahagianya masing-masing, dan setiap orang juga bisa menciptakan bahagianya. Untukmu, sang pendamba bahagia, simaklah beberapa ulasan yang bisa membantumu  dalam menciptakan kebahagiaan. 1. Tersenyum Tersenyum adalah cara paling sederhana untuk dapat menciptakan kebahagiaan. Bukan hanya untuk diri s...

Malaikat Bertangan Besi

Gambar
Pic : Anton Tanjung Instagram      Dirimu memasuki ruangan besar, terang, dan dingin itu. Sesekali orang-orangberbaju  hijau di sana menegurmu. “Hai, Dok!”, “Dokter Jafri”, “Hallo Dokter!”, dan kata-kata sapaan lainnya. “Hei, iya!”, jawabmu sambil tersenyum, lalu meletakkan gawaimu. Orang-orang tersebut terlihat begitu  sibuk. Bunyi gesekan antarmaterial logam terdengar biasa di ruangan itu.      Operation Komer (OK) atau dikenal dengan ruang operasi. Sebagian orang, pasti membayangkan hal-hal mengerikan setelah mendengar dua kata itu. Terbayang suasana menegangkan antara hidup dan mati seseorang. Namun, bagi dirimu, ruangan ini adalah tempat penuh keajaiban. Di mana, kamu bisa mengubah dunia seseorang yang ada di hadapanmu.      Dirimu bergegas untuk melengkapi atribut yang harus kaukenakan sebelum memulai semuanya.      Pakaian  serba hijau itu, telah melekat di tubuh tegapmu. Tanganmu yang kekar, k...

Ketika Surgaku Menuju Surga-Nya

Gambar
Pic : google.com      Sepertinya, sang waktulah yang paling perkasa dalam kehidupan. Ia tak tersaing, tak pernah juga merasa takut. Ada seseorang yang pernah berkata kepadaku. “You can buy clock, but not time. You can buy blood, but not life”. Dua kalimat sederhana yang memiliki makna mendalam.      Aku termenung menatap satu foto yang terpajang di dinding rumahku. Kembali terlintas memori di masa lalu, bersama satu-satunya wanita yang selalu aku rindukan. Ya, dia adalah ibuku, yang biasa kupanggil Mama. Bagiku, Mama adalah perempuan paling hebat di dunia. Ia mampu membesarkan ketiga anaknya dengan sangat baik. Ia mampu menjadi apa saja tanpa diminta. Bahkan, Mama melahirkanku saat terjadi kerusuhan besar-besaran di tahun 1998.      Dia sering bercerita bagaimana keadaannya saat ia hamil besar, tetapi masih harus bekerja, dan berjuang melarikan diri di tengah kerusuhan yang terjadi. “Waktu hamil ade, Mama tuh sampe naik truk, ikut...