Malaikat Bertangan Besi
| Pic : Anton Tanjung Instagram |
Dirimu memasuki ruangan besar, terang, dan dingin itu. Sesekali orang-orangberbaju hijau di sana menegurmu. “Hai, Dok!”, “Dokter Jafri”, “Hallo Dokter!”, dan kata-kata sapaan lainnya. “Hei, iya!”, jawabmu sambil tersenyum, lalu meletakkan gawaimu. Orang-orang tersebut terlihat begitu sibuk. Bunyi gesekan antarmaterial logam terdengar biasa di ruangan itu.
Operation Komer (OK) atau dikenal dengan ruang operasi. Sebagian orang, pasti
membayangkan hal-hal mengerikan setelah mendengar dua kata itu. Terbayang suasana menegangkan antara hidup dan mati seseorang. Namun, bagi dirimu, ruangan ini adalah tempat penuh keajaiban. Di mana, kamu bisa mengubah dunia seseorang yang ada di hadapanmu.
Dirimu bergegas untuk melengkapi atribut yang harus kaukenakan sebelum
memulai semuanya.
Pakaian serba hijau itu, telah melekat di tubuh tegapmu. Tanganmu yang kekar, kembali
megencangkan scrub hat bergambar tulang itu. Memastikannya melekat dengan pas di kepalamu. Atribut lengkap telah kaukenakan. Lalu, dirimu menghampiri seorang gadis yang telah terbaring setelah anestesi spinal dilakukan di meja operasi itu.
“ Hei, Amanda!”, sapamu sambil tersenyum.
Gadis yang merupakan pasien dari dr.Jafri itu bernama Amanda. Pasien yang sudah
melakukan operasi 3 kali bersamamu, dan kini menjadi yang keempat.
“Iyaa, dokter!”, jawab Amanda sambil tersenyum.
“Ini yang terakhir ya, Manda insyaallah,” katamu kepada Amanda.
“Iya, dok”, jawab Amanda.
dr. Jafri berjalan menuju kaki Amanda, yang akan dioperasi. Sebelum memulai operasi,
dirimu berdoa meminta kelancaran dari yang maha kuasa. Sesaat sebelum memulai operasi, seseorang bertanya sesuatu kepadamu.
“Dok, apa dokter yakin melakukan tindakan ini?”, tanya laki-laki itu.
“Iya. Dia cantik, masih muda”, katamu.
“Menolong satu orang, mungkin tidak bisa mengubah dunia, tapi bisa mengubah dunia seseorang” katamu lagi.
Operasi dimulai. Dirimu mengeluarkan seluruh kemampuan dan keterampilanmu. Tanganmu bekerja dengan sangat keras selama operasi berlangsung. Tangan yang dipenuhi harapan-harapan bagi apa yang dipegang olehmu.
*****
Operasi telah selesai, dirimu kembali menghampiri Amanda. Kamu tersenyum, dan
mengelus kepala pasienmu itu. Terlihat raut wajah bahagia dan lega yang kautunjukkan kepada gadis itu.
“Udah selesai, Dok?”, tanya Amanda sangat lemas.
“Udah. Insyaallah lurus, jauh lebih baik”, jawabmu sambil kembali memegang wajah pasienmu, dan tersenyum.
“Makasih ya, Dok”, kata Amanda dengan pelan sambil tersenyum.
“Iya. Udah selesai ya, Manda”, katamu.
“Iya, Dok. Saya gak harus operasi lagi, kan?”, tanya Amanda sambil tersenyum.
“Iya”, katamu mengangguk dan tersenyum. *****
Beberapa bulan berlalu, dirimu melakukan kegiatanmu seperti biasa. Hingga di awal
tahun 2019, mungkin ini waktu yang kamu nantikan dengan pasienmu yang bernama Amanda. Amanda datang untuk kontrol rutin di bulan Januari.
Saat memasuki ruanganmu, kamu tersenyum sangat lebar melihat kehadiran Amanda.
Amanda datang dengan berjalan, tanpa menggunakan alat bantu jalan seperti sebelum-sebelumnya.
“Hai, dokter!”, sapa Amanda kepadamu.
“Wah, udah keren dia!”, balasmu kepada Amanda.
“Iya dong”, timpal Amanda.
“Dokter, makasih, ya,” ucap Amanda kepadamu.
“Iya, sama-sama. Ini kan usaha kita, doa kita semua. Udah setahun lebih ya, kamu, ga kerasa. Akhirnya, bisa jalan juga” ujarmu kepada Amanda.
“Makasih banyak ya dokter. Dokter kereenn banget, terbaik pokoknya dr.Jafri. Makasih ya, Dok,” Amanda terus menyampaikan terima kasih.
“Dokter itu hanya berusaha sesuai kemampuan dan ilmu nya, gak pernah menjanjikan 100 persen kesembuhan dan keberhasilan. Karena ada Tuhan sebagai penentu akhir hasil usaha kita,” jawabmu.
“Dokter, semoga dokter sehat terus ya. Biar bisa nolongin aku, dan lebih banyak orang lagi.
Semoga, lewat tangan dokter, Allah ngasih keberkahan buat dokter biar bisa bikin orang jadi lebih baik lagi. Makasih dok, udah buat dunia baru untuk aku”, ujar Amanda.
“Aamiin”, jawabmu.
Memang benar katamu, mungkin kamu tidak bisa menyelamatkan dunia. Tapi
sepertinya, kamu bisa membuat dunia seseorang jadi lebih berwarna dari sebelumnya.
Waw inspiratif sekali yaaa :)
BalasHapusDokter:(
BalasHapus